Stroke iskemik adalah tanda kondisi berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak, sehingga mengakibatkan suplai oksigen maupun nutrisi ke otak terganggu. Stroke iskemik merupakan penyakit gawat darurat karena berpotensi mengakibatkan kematian sel-sel otak dalam hitungan menit.
Stroke Iskemik Adalah Kondisi Berbahaya, Berikut Penanganan Tepatnya
Secara umum, gangguan stroke dibagi menjadi dua. Pertama stroke iskemik dan kedua stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi akibat pembuluh darah otak tersumbat.
Adapun penyebab utamanya adalah Aterosklerosis yang menimbulkan dua permasalahan, yaitu Trombosis (pembentukan gumpalan darah arteri) dan Emboli (pembentukan gumpalan darah organ lain). Adapun beberapa penanganan tepat yang bisa dilakukan, seperti:
- Suntik rtPA
Recombinant Tissue Plasminogen Activator (suntik rtPA) yang diberikan lewat infus untuk waktu 3–4,5 jam, tepatnya usai gejala pertama muncul. Pemberian suntikan obat bertujuan mengembalikan kondisi aliran darah menuju otak.
- Obat Antikoagulan
Obat kedua ini, biasanya diberikan ke penderita stroke iskemik dengan gangguan irama jantung. Obat antikoagulan berperan mencegah pembekuan darah.
- Obat-obatan Lain
Seperti obat antihipertensi, obat penghambat beta, dan obat penurun kolesterol yang diresepkan dokter. Semua obat ini berfungsi menjaga tekanan darah tetap normal, sekaligus mencegah perkembangan aterosklerosis.
- Operasi Trombektomi
Apabila pengobatan di atas tidak juga efektif, biasanya dokter melakukan operasi pemecahan gumpalan darah. Salah satunya dengan cara memasukkan selang kecil lewat pembuluh darah paha. Operasi Trombektomi dilakukan hingga 24 jam, tepatnya setelah munculnya gejala pertama.
- Operasi Endarterektomi Karotis
Bagi penderita stroke iskemik, gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak biasanya berasal dari arteri karotis. Dilakukan tindakan operasi endarterektomi karotis yang bertujuan menghilangkan plak lemak pembuluh darah.
Pemulihan
setelah melakukan tindakan pengobatan atau operasi, dokter akan menyarankan perawatan jangka panjang untuk membantu pemulihan seperti sediakala. Umumnya, pemulihan dilakukan dengan cara terapi, seperti:
- Fisioterapi: Terdiri dari target jangka panjang dan pendek, semua disesuaikan dengan tingkat keparahan penderita.
- Terapi Okupasi: Melakukan gerak sederhana, seperti mengancingkan baju, ataupun melatih menggunakan alat pekerjaan sehari-hari.
- Terapi Bicara: Untuk memulihkan kemampuan berkomunikasi, dokter menyarankan menjalani latihan bicara.
Stroke iskemik adalah gangguan kesehatan yang menjadi ancaman bagi keselamatan setiap penderitanya. Gangguan kesehatan ini bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.
